Minggu, 05 Maret 2017

KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

MENJAGA KEBERSIHAN 

LINGKUNGAN SEKOLAH

                


Kebersihan Lingkungan Sekolah 

Kebersihan merupakan salah satu hal terpenting untuk menciptakan kesehatan lingkungan. Kebersihan juga berperan penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan tentram. Tentu saja bila lingkungan yang kumuh akan menjadikan orang menjadi enggan berlama lama untuk berada di lingkungan tersebut. 

Maka kebersihan adalah harga mutlak untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman, termasuk lingkungan sekolah. Bagaimana mungkin siswa mampu menangkap pelajaran yang disampaikan dengan maksimal bila siswa itu sendiri kurang nyaman berada di kelas karena kotor. Belum lagi kamar mandi sekolah yang identik dengan bau dan kotor karena perilaku jorok para siswa.

Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan di Sekolah

A. Program Sekolah Hijau 

    Ada beberapa cara untuk mewujudkan program sekolah hijau diantaranya:

  • membangun apotek hidup di sekolah
  • membuat tempat pembuangan sampah di sekolah
  • menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis sampahnya
  • melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler berbasis lingkungan seperti pencinta alam, dan sejenisnya
  • melaksanakan tata tertib kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah 
  • mengadakan gerakan cinta kebersihan 
  1. Membersihkan Meja dan Kursi Meja dan kursi perlu dibersihkan secara teratur. Kamu dapat menulis dan membaca dengan nyaman di meja yang bersih. Cara membersihkan meja dan kursi adalah dengan menggunakan kemoceng. Membersihkan meja dan kursi dilakukan rutin setiap hari seperti menyapu ruang kelas. Apabila meja sudah terlalu kotor dan tidak bisa dibersihkan menggunakan alat sederhana, meja dan kursi dapat dibersihkan dengan cara menggunakan air (dicuci), maka dari itu hindarilah perbuatan seperti mencoret meja menggunakan tip-ex, dan sebagainya.
  2. Membuang Sampah di Tempat Sampah Membuang sampah di tempatnya wajib kita lakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Apabila kita membuang sampah sembarangan, selain memberikan kesan jorok dan tidak enak dilihat juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap di sekitar halaman sekolah.
  3. Menjaga Kebersihan Fasilitas yang Ada di Sekolah Tindakan ini sangat penting karena apabila kita tidak menjaga kebersihan fasilitas, warga sekolah pun menjadi tidak nyaman menggunakan fasilitas tersebut. Contohnya, kamar mandi, sering sekali kamar mandi menjadi sarana yang paling tidak nyaman digunakan karena kurangnya kesadaran warga sekolah dalam menjaganya. Maka dari itu, mulai lah kita menjaga fasilitas - fasilitas di sekolah.                           

B. Adiwiyata

    
    Salah satu upaya pemerintah dalam menggugah kesadaran sekolah dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah adalah program Adiwiyata. Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif. Dengan program ini diharapkan sekolah berlomba untuk bisa memenangkan Adiwiyata Nasional sehingga Cara Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah akan dapat terprogramkan dengan baik.



C.Gerakan Menjaga Kebersihan Kelas dan Sekolah

  1. Menyapu dan Mengepel Lantai Kelas Secara Teratur
    Menyapu lantai ruang kelas dapat dilakukan ketika sebelum pelajaran dimulai, dan setelah pelajaran selesai. Sehingga ruang kelas selalu bersih. Suasana kelas menjadi nyaman untuk belajar. Selain dilakukan oleh regu piket kelas menyapu dan mengepel lantai ruang kelas juga dapat dilakukan secara bergotong royong seluruh warga kelas.  
Pada dasarnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah itu sangatlah penting. Hal ini bukan hanya dilaksanakan oleh petugas kebersihan di sekolah tapi juga dibutuhkan peran serta warga sekolah untuk menjaganya.


Manfaat dari Lingkungan Sekolah yang Bersih 



  • Kebersihan Lingkungan Sekolah Menambah Semangat Siswa dalam Belajar Dalam setiap aspek dan perilaku siswa tentunya tampak dari kebiasaan nya setiap hari. Demikianlah dengan lingkungan kelas bahkan lingkungan sekolah sekalipun. Bila lingkungan sekolah termasuk ruangan kelas bersih dan ditata sebaik – baiknya, maka motivasi belajar yang timbul pun akan mengajak siswa untuk semangat dalam mengikuti pembelajaran.      
        



  • Kebersihan lingkungan menjadi keunggulan sekolah Kita tahu, bahwa kebersihan lingkungan sekolah juga berdampak dan berpengaruh besar bagi siswa terlebih lagi bagi sekolah itu sendiri. Karena semua orang pasti menyelidiki situasi maupun keadaan sekolah sebelum menjadi siswa disekolah tersebut. Jadi, untuk menjaga nama baik sekolah, setiap penggerak – penggeraknya harus menjaga kebersihan dan kenyamanan di sekolah serta keamanan disekolah.
  • Kebersihan dapat Melancarkan Otak Manusia Perlu kita tahu bahwa lingkungan bersih atau tidaknya berdampak besar bagi otak manusia. Karena oksigen berupa O2 yang dihirup melalui paru – paru sebagian besar berfungsi untuk memperlancar peredaran darah melalui saraf otak manusia. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh manusia. Sehingga mereka dapat menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya.
  • Terhindar dari Penyakit yang Disebabkan Lingkungan yang Tidak Sehat Dengan adanya lingkungan yang bersih, kita bisa terhindar dari berbagai penyakit. Contohnya saja jika air di kamar mandi sekolah dipenuhi jentik nyamuk, kemungkinan besar siswa siswi di sekolah akan terkena penyakit terutama demam berdarah. Maka dari itu kita harus menjaga kebersihan lingkungan.
  • Lingkungan Menjadi Bersih, Sehat, dan Nyaman Apabila lingkungan sekolah kita sehat, warga sekolah pun akan nyaman berada di sekolah. Berbeda apabila lingkungannya kotor, warga sekolah tidak akan nyaman dan    orang - orang pun merasa malas memasuki lingkungan sekolah yang kotor.
  • Penanaman Pohon dan Tanaman Baik untuk Lingkungan Bila di lingkungan sekolah ditanami pohon – pohon rindang dan beberapa tanaman hias, maka di tempat itu pasti banyak terdapat oksigen yang bersih dan segar. Dan pohon – pohonan juga dapat mengurangi polusi dan sinar matahari secara langsung. Selain itu juga dapat menjadikan lingkungan tampak cantik oleh warna warni tanaman hias yang di tata rapi.

     Jadi, kebersihan lingkungan di sekolah sangat penting bukan? Ayo, mulai sekarang kita jaga lingkungan di sekolah kita supaya menjadi lingkungan yang sehat dan bersih. Karena, bersih itu sebagian dari iman. 

sumber dari :http://lingkunganbersihantinoda.blogspot.co.id/

Selasa, 19 April 2016

Prinsip Pedoman dan sikap mental Seorang Cleaning Service

3 (tiga) prinsip konsep cleaning service :
1.      Kebersihan
2.      Kerapian
3.      Ketelitian
Dan berpedoman pada 5 (lima) R dan 1 (satu) T :
1.      Resik : Bersih secara rasa, raba dan pandang.
2.      Ringkas : Cara kerja yang tertib dan terarah (effective).
3.      Rapi : Kerapian untuk dri sendiri maupun hasil kerja.
4.      Rawat : Pemeliharaan peralatan dan teliti.
5.      Rajin : Melakukan pekerjaan secara kontinyu dan terus menerus.
6.      Teliti : Melakukan pekerjaan dengan benar dan mengecek hasil kerja.
Dengan 5 (lima) sikap mental kerja :
1.      Ikhlas : Dalam melaksanakan pekerjaan.
2.      Jujur : jujur segi keuangan, absensi.
3.      Disiplin : dalam waktu kerja.
4.      Tanggung jawab : Dalam bekerja maupun hasil kerja.
5.      Loyal : Terhadap institusi dan system kerja.

Senin, 11 April 2016

Kita harus hemat Plastik Sampah

Mengapa tiap kita belanja di supermarket atau mini market dikenakan biaya Plastik Rp. 200,- s/d Rp. 500,- per kantong ?


KBRN, Jakarta : Sampah plastik menjadi masalah utama karena plastik sangat sulit terurai dalam tanah, membutuhkan waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam penanganannya.

Sejauh ini, penanganan yang paling praktis dalam pengelolaan sampah yaitu dengan dibakar. Namun, sejumlah ilmuwan Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan di Jepang, telah menemukan cara efektif dalam mengelola sampah plastik yang aman baik untuk kesehatan juga lingkungan serta efektif.

Asisten Profesor dari Tokyo Institute of Technology (Tokyo Tech), Panji Prawisuda, mengatakan, tim peneliti telah menemukan cara ampuh dalam mengelola sampah plastik yang aman, yakni dengan menggunakan air panas.

Sampah yang dibakar berbahaya untuk kesehatan tubuh, karena sampah dibakar pada suhu rendah sehingga meninggalkan asap putih yang beracun dan berefek sesak nafas. Dari plastik sendiri memiliki senyawa yakni zat dioksin. Hingga kini zat dioksin masih diperdebatkan sumbernya. Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, dioksin berasal dari klorin.

Klorin plastik memiliki persamaan dengan larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl), pada garam. Pada umumnya peneliti menyebut dengan plastik Polivinil Klorida (PVC). Namun diakuinya, PVC pada plastik sulit diurai karena menyatu dengan zat lainnya.

Oleh sebab itu, pengelolaan sampah untuk mengurai zat berbahaya plastik yakni menggunakan air panas tanpa perlu dibakar dengan metode hydrothermal. Dengan menggunakan air panas, senyawa klorin akan berubah menjadi garam. Dari proses itu, garam itu dapat dibuang karena larut dalam air sehingga klorin hilang.

“Di Jepang kami sudah mengembangkan teknologi mengolah sampah tanpa dibakar dengan metode hydrothermal, sampah tidak perlu dibakar, hanya diolah dengan air panas sehingga klorin terpisah dari nyawa plastik lainnya dan berubah garam,” kata Panji dalam dialog dengan Pro3 RRI, Minggu (26/8).

Panji merupakan asisten profesor dari universitas ternama Tokyo Tech pada Fakultas Interdisciplinary Graduate School of Science and Engineering. Salah satu bentuk kontribusinya, yakni dengan bergabung pada komunitas olahsampah.com, komunitas yang senantiasa menyosialisasikan kepada masyarakat tentang cara mengelola sampah dengan pendekatan teknologi. (Sgd/HF)

sumber : www.rri.co.id

Rabu, 10 Juni 2015

Bagaimana Warna Urine Anda Hari Ini ?

Warna urine yang tak normal telah lama dijadikan salah satu indikasi adanya gangguan kesehatan yang dialami seseorang. Untuk mempermudah pasien melakukan deteksi mandiri, sekelompok dokter dari AS pun menciptakan sebuah diagram warna yang dapat membantu menentukan kapan urine disebut normal dan kapan tidak.

Diagram yang dikembangkan tim dokter dari Cleveland Clinic, Ohio ini memperlihatkan berbagai warna urine yang ada, mulai dari kuning gelap atau warna madu hingga warna jerami muda dengan banyak tingkatan warna di antaranya. Dan warna-warna ini dapat mengungkapkan banyak hal mengenai apa yang terjadi di dalam tubuh seseorang. Demikian dilansir Daily Mail, Jumat (6/12/2013).

Apabila urine seseorang tidak menunjukkan warna tertentu, ini artinya orang yang bersangkutan kebanyakan minum air dan disarankan untuk mengurangi konsumsinya itu.

Sebaliknya jika warna urine-nya kuning jerami yang pucat berarti tingkat konsumsi airnya dikatakan sehat dan hidrasi mereka baik-baik saja. Kondisi serupa juga terjadi pada orang-orang yang urine-nya kuning transparan.

Yang perlu diwaspadai adalah jika warna urinenya kuning gelap. Ini menandakan orang yang bersangkutan harus segera menambah asupan airnya. Dan ketika seseorang mulai merasakan dehidrasi, maka dapat dipastikan warna urinenya berubah menjadi kuning sawo atau warna madu. Konsumsi airnya tidak memadai dan mereka disarankan untuk segera minum banyak air.

Namun sebenarnya warna urine seseorang tak melulu dipengaruhi oleh faktor hidrasi saja. Diagram ini menunjukkan bahwa seseorang dengan urine berwarna coklat seperti minuman bir tak hanya mengalami dehidrasi parah tapi juga punya risiko sakit liver atau hati.

Salah satu gejala pada urine yang tak boleh diabaikan lainnya adalah jika warnanya berubah menjadi merah. Diagram ini memperlihatkan apabila sebelumnya seseorang mengonsumsi ubi atau bluberi, wajar jika urine-nya berwarna merah atau merah muda. Tapi jika tidak atau mendadak warna urine-nya berubah menjadi merah tanpa alasan yang jelas, segera kunjungi dokter karena bisa jadi itu adalah darah.

Tercampurnya darah dengan urine merupakan salah satu gejala penyakit ginjal, tumor, masalah prostat atau infeksi saluran kencing hingga keracunan merkuri. Sedangkan menurut diagram ini, urine berwarna jingga menunjukkan gejala dehidrasi, sakit liver atau gangguan saluran empedu yang diidap seseorang.

Bahkan dalam kasus tertentu, urine bisa berubah warna menjadi biru atau hijau. Hal ini dapat diakibatkan pengaruh pewarna makanan atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsi seseorang, di samping bisa jadi indikator gangguan penyakit genetik langka atau adanya bakteri tertentu dalam saluran kemih. Yang jelas, apabila urine seseorang berubah menjadi hijau dalam waktu cukup lama, mereka disarankan untuk mengunjungi dokter.

Ada juga orang-orang yang urine-nya tampak mengeluarkan gelembung. Ini bisa disebabkan oleh efek hidraulik namun tidak berbahaya. Paling hanya gejala kelebihan protein dalam makanan atau masalah ginjal.

(sumber : http://health.detik.com)

Selasa, 02 Juni 2015

Hidup Bersih dan Kebersihan Lingkungan

Hidup Bersih dan Kebersihan lingkungan


 Kebersihan adalah tanda dari kesucian.

1. Kebersihan adalah pondasi dari berbagai kebaikan, berbagai keindahan.

2. Hidup Bersih memberikan kita pelajaran untuk merawat, untuk menjadikan sesuatu yang indah tetap indah selamanya.

3. Lingkungan yang indah hanya bisa terwujud dengan pola hidup yang bersih.

4. Semua yang berharga selalu dalam keadaan bersih, karena kekotoran menjadikan nilainya menurun drastis.

5. Kebersihan adalah kunci dari keindahan, Jika ia tidak bersih maka kecil kemungkinan ia terlihat indah.

6. Bersihkanlah lingkunganmu, sehingga pandanganmu melihat kedamaian. Bersihkanlah lingkunganmu sehingga tubuhmu bisa merasakan kesejukan.

7. kebersihan memerlukan energi lebih untuk mempertahankannya, tapi energi tersebut akan terbayar melalui kepuasan.

8. Kebersihan mendamaikan pikiran, kebersihan menjadikan pikiran bekerja dengan lebih semangat.

9. Tak ada keindahan tanpa kebersihan, sesuatu tampak indah karena ia dalam keadaan bersih.

10. Jadikanlah tangan anda peka dalam membersihkan, karena kebersihan akan membuat diri anda lebih ceria.

11. Kebersihan membuat ruang yang sempit terlihat lebih luas, terlihat lebih baik.

12. kesehatan memerlukan kebersihan untuk tetap sehat. Karena banyak penyakit yang bermula dari pola hidup tak bersih.

semoga dapat Memberikan anda kebaikan, selamat menjalani kehidupan anda.

Rabu, 29 Oktober 2014

RUMAH TOILET ANDA KOTOR HUB KAMI

Toilet rumah/kantor/apartemen anda kotor
kami siap membantu anda, silahkan hubungi kami

Senin, 16 Juni 2014

Pekerjaan Officeboy dan Cleaning service adalah pekerja yang paling baik


Pemerintah seharusnya memberikan penghargaan dan lebih memperhatikan kita menjadi contoh tauladan yang baik dalam bekerja ,,
karena kita Pegawai yang paling SOPAN, RAJIN dan BERSIH,
1. kita sopan pada semua pegawai tiap yg datang kita pasti menyapa (slamat pagi/siang/sore/mlm,, pa/bu,
2. Paling rajin dan Giat, tiap hari datang paling awal pulang paling terakhir.
3. Bersih Pasti paling bersih,,,

Selasa, 20 Mei 2014

Sebagai Petugas Cleaning jangan mengambil Pepatah Mengalir Seperti Air


Anda pasti pernah mendengar teman Anda mengatakan, Aku hanya mencoba menjalani hidup bagai air yang mengalir. Mungkin ketika teman Anda mengatakan hal itu, ekspresi wajahnya terlihat lesu dan pasrah dengan keadaan. Bahasa tubuhnya tidak bersemangat. Mengutamakan pemikiran bahwa kehidupannya adalah harga mati yang harus diterima dan dijalani. Itu salah, dan mungkin bodoh.
Barack Obama tidak akan menjadi presiden kulit hitam Amerika yang pertama jika ia tidak berani untuk melawan isu-isu rasialis kental di negara itu. Sylvester Stallone mungkin saat ini hanya menjadi seorang kuli panggul yang keriput di daerah Bronx apabila ia tidak berani untuk melawan penilaian masyarakat tentang cacat pada wajahnya. Bahkan, mungkin seorang Tukul Arwana tidak akan mencapai puncak kesuksesan sebagai seorang pembawa acara jika terus mendengarkan kata orang lain yang menjuluki perilakunya itu Ndeso.
Tahukah Anda bahwa fakta dalam kehidupan justru berbicara berbeda? Anda bukanlah air. Kehidupan, pada dasarnya, justru memaksa Anda untuk berdiri kokoh agar cukup kuat untuk melawan arus.
Mungkin kata-kata inilah yang paling cocok untuk teman Anda yang masih mengalir saja entah ke mana itu. Mengalir mungkin tepat jika itu hanya sebagai salah satu strategi dalam menghadapi tantangan hidup. Tapi salah kaprah ketika dimanifestasikan sebagai paradigma hidup, apalagi gaya hidup.
Banyak orang berhenti berusaha dan menyerah begitu saja karena merasa bahwa impiannya itu mulai terlihat tidak masuk akal. Lalu mengelak dengan sikap pasrah dan memutuskan untuk mengikuti ke mana kehidupan ini akan membawanya, tanpa berusaha karena takut bahwa itu mungkin tidak sejalan dengan apa yang menjadi takdirnya. Di situlah letak kesalahan sebenarnya. Berpikirlah bahwa hidup itu sebuah pilihan, dan pilihlah untuk menjadi sukses dan bahagia. Anda berhak untuk sukses dan bahagia!
Risiko tinggi memang mendatangkan imbalan yang tinggi pula. Semakin tinggi impian Anda, maka semakin berliku dan melelahkan perjuangan Anda untuk mendapatkannya. Namun ketika Anda berhasil meraihnya, dan orang lain mengakui bahwa itu sebuah hasil kerja keras dan pengabdian, Anda akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Selama Anda tidak ceroboh, dan bertanggung jawab dengan apa yang Anda lakukan, hidup akan tetap terasa indah meskipun sebenarnya sulit.

Minggu, 18 Mei 2014

Tanggung jawab Kebersihan tanggung jawab bersama

Diki Ariadi

Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
Kebersihan sebuah cerminan bagi setiap individu dalam menjaga kesehatan yang begitu penting dalam kehidupan sehari-hari. Dan seperti yang kita ketahui bahwa kebersihan merupakan suatu keadaan yang bebas dari segala kotoran, penyakit, dan lain-lain, yang dapat merugikan segala aspek yang menyangkut
setiap kegiatan dan perilaku lingkungan masyarakat. Dan sebagaimana di ketahui bahwa kehidupan manusia sendiri tidak bisa dipisahkan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial.
Maka sebagai individu harusnya segala aspek yang ada dalam masyarakat harus dapat menjaga kebersihan lingkungan. Karena tanpa lingkungan yang bersih setiap individu maupun masyarakat akan menderita sebab sebuah faktor yang merugikan seperti kesehatan.
Kesehatan itu begitu mahal harganya. Sehingga semuanya harus di olah dengan baik. Lingkungan yang kotor berarti penganggu kesehatan yang juga berarti membuat bibit penyakit. Namun segala sesuatu ada kata perubahan hanya saja dalam segala persoalan-persoalan, semua ini tidak dapat dijalankan tanpa sebuah kesadaran dari setiap individu masyarakat maupun kelompok masyarakat untuk menjaga kebersihan, Maka Kebersihan itu tidak akan berguna dan menimbulkan banyak kerugian.
Sebagaimana kita ketahui bahwa pandangan masyarakat tentang sadar lingkungan sangatlah minim/kurang. Dari hal tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa masyarakat masih belum peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya. Kebanyakan dari mereka berfikir secara parsial dan hanya ingin menguntungkan diri sendiri, seperti masalah pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya, pembungan limbah pabrik, polusi udara, pencemaran air, dan lain-lain.
Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan setiap tahunnya selalu meningkat. Dan mengakibtakan keadaan yang merugikan seperti banyaknya sampah yang menumpuk di parit-parit rumah dan kanal air yang bisa menyebabkan banjir karena meluapnya air yang tidak tertampung. Untuk itu kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan tidak hanya pemerintah setempat yang harus menanggungnya.
Kesadaran adalah proses yang diawali dari adanya rasa memiliki atau sense of belonging. Rasa memiliki lingkungan sekitar akan memicu rasa tanggung jawab atau sense of responsibility. Rasa tanggung jawab ini akan menghasilkan kesadaran warga bahwa tugas untuk menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban
pemerintah saja tapi juga warganya.
Mengingat tentang kesadaran tersebut, perlu di ketahui juga bahwa bencana seperti banjir, longsor,meluapnya air diperkotaan, karena ketidak pedulian masyarakat itu sendiri . Pemerintah sudah berupaya untuk selalu siap siaga apabila menghadapi musim hujan. Tapi kita lihat dibeberapa tempat yang sungainya begitu kotor dan penuh dengan sampah, dipinggiran jalanpun banyak tumpukan-tumpukan sampah yang menutupi gorong-gorong, atau saluran-saluran air yang ditutup masyarakat untuk
kepentingan pribadi dan tidak mementingan kepentingan umum.
Hal ini harus kita sadari bersama-sama supaya tidak saling menyalahkan antara pemerintah sebagaipengelola lingkungan melayani kepentingan masyarakat dan masyarakat itu sendiri yang tingkat kesadaran dalam menjaga lingkungannya masih minim.Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga segala fasilitas umum yang tersedia dan juga turut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta suasana yang aman dan nyaman terhindar dari segala bencana yang disebabkan oleh lingkungan kotor. Kesadaran dan kepedulian masyarakat yang sangat diharapkan, dan juga peran pemerintah yang terus memberikan sosialisasi kepada masyarkat untuk memberikan informasi yang tepat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Rabu, 30 April 2014

OFFICE BOY DAN CLEANING ANDA LEMES, MALES, TIDAK SEMANGAT,,,,JANGAN DI PHK!! SERAHKAN PADA KAMI



OFFICE BOY DAN CLEANING DI KANTOR ANDA LEMES, MALES, TIDAK SEMANGAT,,,,JANGAN DI PHK!!
SERAHKAN PADA KAMI

KAMI AKAN MEMBERIKAN ARAHAN BAGAIMANA PETUGAS ANDA BISA SEMANGAT LAGI DAN SESUAI DENGAN HARAPAN KEBERSIHAN DI KANTOR ANDA,,,

Beri dia waktu 1 hari ikut pelatihan dengan kami (Training), kami akan memberikan pengarahan berupa :

1. Bagaimana menjadi petugas Cleaning yang baik?.
2. Bagaimana memberikan pelayanan terbaik?
3. Bagaimana cara mempergunakan alat-alat Cleaning?
4. Bagaimana tanggung jawabnya terhadap perusahaan.

Kami akan memberikan arahan pada Cleaner Anda

 Persyaratan :
1. Surat ijin dari perusahaan Petugas Cleaning, (Tidak berlaku bagi Autsorching Cleaning service)
2. 1 Orang per/perusahaan
3. Catatan Khusus "Komentar" mengenai kekurangan Cleaning atau Office boy (dalam Amplop di lem)
4. Biodata Petugas Cleaning.
5. Sedekah Seiklasnya (Sumbangan anda akan kami salurkan ke Orang yang membutuhkan seperti :
    Pakir miskin, orang yang benar-benar membutuhkan uluran tangan anda).
6. Bersipat suka rela Kalau mau memberi silahkan kalaupun tidak memberi kami tidak masalah (Suka rela)
     lebih baik jangan memberikan tip pada kami sebelum ada bukti atau perubahan pada petugas Cleaner
     /officeboy perusahaan anda .

Lokasi Training : Blok M, Pamulang, BSD

Bagi yang mau ikut silahkan Hub  CSOB : 021-96308576 (Terbatas)

Meningkatkan Koordinasi dan QC Cleaning service

Mengingat kejadian di JIS , Kita harus lebih meningkatkan lagi QC, dan memberikan pengarahan-pengarahan bukan hanya sebatas pekerjaan,,,
Keluhan-keluhan petugas Cleaning lebih diperhatikan,,, diberikan santapan rohani,,,bagaimana menjadi petugas cleaning yang baik...

Minggu, 19 Januari 2014

Terima kasih anak-anak sekolah Ora et Labora, terima kasih bapak dan ibu guru yang senantiasa telah mengajarkan anak didiknya semenjak Taman kanak-kanak untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya

Diki Ariadi
CSOB Indonesia

Spv. CSOB Indonesia
Terima kasih  anak-anak sekolah Ora et Labora, terima kasih bapak dan ibu guru yang senantiasa telah mengajarkan anak didiknya semenjak Taman kanak-kanak untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, Saya melihat sendiri Siswa Taman kanak-kanak telah membuang sampah pada tempatnya, begitu kagumnya saya, begitu lucunya anak itu, plastic bekas makanan ringan telah dibuangnya ke tempat sampah. Saya kagum melihat siswa sekolah Dasar Ora et Labora meminjam kain pel untuk membersihkan air bekas tumpahan minumnya sendiri, mereka tidak manja, sambil saya tersenyum dan perhatikan cara mengepelnya akhirnya saya kasih tahu juga cara mempergunakan kain pelnya supaya hasilnya bersih.  Begitu pula siswa-siswinya yang di SMP, SMA mereka telah membuang sampah pada tempatnya.
Mendidik anak-anak sejak usia dini tentang kebersihan dan kesehatan diri sendiri sangatlah penting, karena bila sedari dini sudah memahami arti dari kebersihan untuk kesehatan diri sendiri maka mereka akan lebih peka akan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar mereka.
Apabila membuang sampah pada tempatnya itu dijadikan tradisi dan juga rutinitas, maka yang kita perlu lakukan adalah menjaga dan melestarikan tradisi tersebut agar tidak punah. Bayangkan saja apabila tradisi membuang sampah pada tempatnya sudah tidak ada lagi, maka dipastikan rumah, sekolah, kantor, dan lingkungan dimana kita tinggal akan berantakan dan tidak karuan karena banyak sampah dimana-mana dan akan menimbulkan penyakit bagi orang yang menempatinya.

Kami Petugas kebersihan sekolah ORA et LABORA sangat berterima kasih kepada  anak-anak sekolah Ora et Labora, yang telah meringankan tugas kami yaitu membuang sampah ke tempat sampah, dan di sekolah ORA et LABORA tak ada lagi seperti kapal pecah, Petugas-petugas kebersihan kami sangat senang bekerja di sekolah ini karena anak-anak sekolahnya Cinta Kebersihan dan rajin membuang sampah pada tempatnya. Demi menjaga kebersihan area sekolah Ora et Labora untuk itu kami Petugas kebersihan sekolah berpesan “Apabila menemukan area sekolah dalam keadaan kotor segera beritahu petugas kami dan apabila area sekolah Bersih silahkan beritahu teman dan orang tua di rumah”. Terima kasih.

Kamis, 26 Desember 2013

Kisah Seorang Cleaning Service KFC Menjadi Boss Rocket Chicken

Kisah Seorang Cleaning Service KFC Menjadi Boss Rocket Chicken

Bekerja sebagai cleaning service merupakan awal mimpinya untuk hidup mandiri dan dapat membiayai kuliah. Namun, karena kesibukannya bekerja sebagai cleaning service di restoran cepat saji tersebut, Nurul Atik harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk melanjutkan pendidikannya. Ia malah membangun sendiri usaha makanan cepat saji yang kini sukses.



Anda pasti pernah mendengar ungkapan: “Orang yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.” Ungkapan ini mungkin cocok disematkan bagi seorang Nurul Atik. Pria asal Jepara ini menapaki kesuksesan dari jalan berliku.

Mantan cleaning service ini sekarang memiliki Rocket Chicken, perusahaan waralaba di bidang makanan cepat saji. Kini, ia memiliki 83 mitra di seluruh Indonesia. Ia mendapat pembayaran biaya royalti hingga Rp 100 juta dari para mitra.


Sebelum menjadi Presiden Direktur Rocket Chicken, Nurul bekerja sebagai seorang cleaning service di California Fried Chicken (CFC) di Semarang, Jawa Tengah. Dari seorang tukang bersih-bersih resto cepat saji, kini dia menjadi bos resto cepat saji milik sendiri.

Kisah Nurul dalam menapaki dunia kerja berawal ketika ia lulus dari Sekolah Menengah Atas(SMA), 20 tahun lalu. Lantaran ingin meringankan beban orang tua, Nurul pun berencana untuk melanjutkan kuliahnya dengan biaya sendiri.

Sempat menganggur selama setahun mencari pekerjaan, Nurul akhirnya diterima bekerja di CFC di Jalan Pemuda Semarang. Nurul bekerja sesuai dengan profesi yang dibutuhkan pada saat itu yakni sebagai cleaning service alias tukang bersih-bersih di restoran cepat saji itu.

Selama tiga bulan, Nurul menjadi karyawan dengan status trainee. Gaji pertama Nurul sebagai cleaning service pada saat itu hanya Rp 35.000 per bulan. Ia harus membagi gaji itu untuk kebutuhan makan, kos, dan biaya transportasi. Dengan jumlah gaji yang pas-pasan tersebut, sering ia harus berutang pada rekan-rekannya di CFC.

Karena kinerjanya yang bagus, ia kemudian diangkat menjadi pegawai tetap. Selang tiga bulan berjalan, akhirnya Nurul diangkat menjadi tukang cuci piring selama empat bulan.

Ia cepat bergeser ke posisi juru masak selama empat bulan. Karena kinerjanya semakin hari semakin baik Nurul diangkat lagi menjadi kasir selama enam bulan. Tak hanya sampai di situ, Nurul lalu naik pangkat menjadi seorang supervisor selama satu tahun.

Nurul juga mengecap posisi sebagai asisten manajer selama dua tahun di perusahaan yang sama. Karena kekosongan di bagian audit, Nurul kemudian menggantikan posisi tersebut selama tiga bulan. Tak memerlukan waktu yang lama, pria yang kini berusia 42 tahun ini mengecap posisi manajer areal selama dua tahun.

Posisi manajer areal mengharuskan Nurul berkeliling dari kota satu ke kota yang lain untuk memberikan pelatihan kepada karyawan-karyawan baru mulai dari berbagai kota di Jawa Tengah seperti Semarang, Magelang, dan Solo, hingga Yogyakarta.

Dengan kesibukannya bekerja di restoran cepat saji tersebut, Nurul mengubur dalam-dalam impiannya untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi. “Pada saat menjadi cleaning service, ternyata jam kerjanya shift sehingga saya tidak bisa membagi waktu antara kerja dan keinginan untuk kuliah,” tutur Nurul.

Namun, ia tak putus asa. Nurul mempunyai jurus jitu dalam menghadapi tantangan yang ada di depan mata. “Setiap melangkah kita harus memiliki niat yang kuat dan harus ditekuni,” tandas Nurul.

Ia juga mengungkapkan, dalam menjalankan segala kegiatan harus dilandasi dengan percaya diri dan semangat. Menurutnya, ia mendapat banyak pelajaran selama bekerja di restoran cepat saji CFC. Ia banyak mendapat ilmu dari rekan-rekannya yang berkerja di tempat tersebut, dari mulai menghargai hidup sampai pada pengelolaan restoran.

Pada saat bekerja sebagai cleaning service di CFC, Nurul memang tidak memikirkan jumlah pendapatan atau gaji yang ia terima. Ia hanya terus berpikir untuk bekerja sambil belajar apa saja yang didapatnya kala itu.

Karena keinginan yang kuat untuk hidup mandiri itu, Nurul memutuskan mencoba hidup mandiri dengan niat mendirikan usaha sendiri. “Orang tua pun mendukung sepenuhnya apa yang telah menjadi pilihan saya, hidup mandiri,” tandas Nurul.

Jiwa wirausaha tidak bisa dipisahkan dengan sosok Nurul Atik. Walau sudah berada pada posisi yang nyaman di sebuah restoran cepat saji, Nurul memutuskan membuka usaha dengan mereknya sendiri, Rocket Chicken. Cuma butuh waktu setahun, restoran yang menjual fried chicken ini sudah mengembang sampai 83 mitra.

Dengan gaji yang pas-pasan yang ia terima ketika menjadi cleaning service membuat Nurul Atik harus memutar otak agar ia bisa memenuhi kebutuhan saban bulannya. Tak jarang, ia harus meminjam uang dari rekan kerjanya di California Fried Chicken (CFC). Ia juga kerap meminta tambahan uang ke orang tuanya.

Untuk menghemat biaya hidup, Nurul pun harus mencari tempat kos yang jaraknya sekitar lima kilometer dari tempatnya bekerja. Tak jarang dengan alasan pengiritan, ia memilih berjalan kaki sampai satu kilometer. “Kalau sudah lelah, saya baru naik angkot,” ujarnya mengenang.

Kamar kos Nurul juga tak kalah memprihatinkan. Dengan luas 3X3 meter, kamar sewaan itu tak dilengkapi dengan kasur dan perabot lainnya. Kondisi seperti itu dilakoni Nurul kurang lebih selama lima bulan, sampai ia mendapat mess dari kantornya.

Buka usaha
Seiring karier yang terus menanjak serta kondisi ekonomi yang terus membaik, pada usia 29 tahun, Nurul pun memutuskan menikah dengan Emy Setiawati, seorang karyawan di sebuah swalayan di Yogyakarta yang baru dipacarinya dua bulan. “Saat itu, saya sudah menjadi manager di CFC Yogya,” ujar Nurul.

Meski begitu, gaji yang diterima Nurul tak mampu memenuhi kebutuhan selama satu bulan. Apalagi menyusul kemudian pasangan Nurul dan Emy dikarunia momongan. Makanya, setelah melahirkan anak pertama mereka, Emy membantu perekonomian keluarga dengan membuka usaha roti.

Meski posisinya cukup baik di tempat kerjanya, keinginan Nurul untuk membuka usaha sendiri rupanya tak pernah padam. Puncaknya terjadi ketika krisis keuangan melanda Tanah Air tahun 1998, Nurul memutuskan keluar dan membuat usaha sendiri.

Nurul merasa waktu 10 tahun bekerja sudah cukup untuk berguru di restoran cepat saji Amerika Serikat itu. “Saya mantap keluar karena ingin mandiri,” ujarnya.

Pada saat yang sama, seorang kawan mengajak Nurul membuat restoran makanan cepat saji yang mengusung ayam goreng (fried chicken). Ide tersebut muncul karena pada waktu itu membuka restoran cepat saji atau fast food menjadi tren di kalangan masyarakat.

Berbekal pengalamannya, Nurul mantap menerima ajakan temannya. Ia kemudian bertindak sebagai pengembang bisnis, sementara temannya mengurusi permodalan. Usaha keras mereka membawa hasil. Bisnis mereka cepat mengembang. Saat ini, Nurul telah memiliki 86 cabang.

Seiring berjalannya waktu, lelaki kelahiran Jepara, 25 Juni 1966 ini kembali merasa gelisah. Ia tergelitik mengibarkan bendera usaha dengan membuat restoran fried chicken sendiri. Kali ini dengan potensi pasar yang berbeda dengan usaha sebelumnya yang menyasar pasar menengah atas.

Pilihannya jatuh ke pasar menengah bawah. Selain pasarnya lebih besar, segmen tersebut juga belum tersentuh restoran fast food lokal maupun asing. Pada 21 Februari 2010, Nurul lantas mendirikan usaha sendiri dengan nama Rocket Chicken di Jalan Wolter Monginsidi, Semarang.

Perkembangan bisnisnya ini di luar perkiraan Nurul. Antusias masyarakat menyambut bisnis makanan cepat sajinya sangat cujup menggembirakan. Baru setahun berjalan, Nurul memiliki 83 mitra. Dengan sistem waralaba, Nurul mengembangkan bisnisnya tampa mengeluarkan modal uang sepeser pun. “Semuanya hanya didasarkan pada kepercayaan saja,” ujarnya.

Beruntung, kebanyakan mitranya adalah orang-orang yang mengenal dan tahu sosok Nurul yang telah berpengalaman dalam bisnis ayam krispi ini. “Saya cuma jual nama saja, outlet awalnya tak punya,” tandas Nurul.

Bersama mitranya, ayah tiga anak ini hanya menekankan agar menjalankan bisnis dengan kerja keras, tekun serta jujur. Bila itu menjadi landasan, Nurul yakni bahwa usaha mereka akan membawa amanah. Tak cuma bagi karyawan, tapi juga pemilik usaha franchise ayam krispi Rocket Chicken.

Manusia itu kotor,,,,ada pada kita jawabannya

CLEANING SERVICE

Manusia itu kotor. Ya, itulah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri.
Paling tidak dalam arti harfiah. Masing-masing dari kita sebagai
manusia pasti mengeluarkan kotoran. Tidak hanya itu, kehadiran kita
dimana pun kita berada kadang tidak disadari akan menimbulkan kotoran,
entah itu kotoran dari alas kaki, tangan yang berminyak, ketombe yang
jatuh, asap dan puntung rokok, dan lain sebagainya. Padahal kita
sendiri ingin bersih dan cenderung malas untuk membersihkan kotoran
yang kita bawa atau terbawa oleh kita.
Kantor adalah salah satu tempat dimana orang melakukan aktivitas dan
rutinitasnya. Dengan semakin banyaknya orang di dalam kantor itu pasti
berbanding lurus dengan volume kotorannya. Karena kondisi malas
itulah, sosok pembersih ruangan dibutuhkan, yaitu cleaning service
(CS). Seperti yang sering kita lihat di kantor-kantor, mereka
berseragam khusus yang berbeda dengan seragam yang berlaku untuk
karyawan di kantor itu. Seperti yang ada di kantorku, mereka
berseragam kemeja berbahan katun berwarna biru muda, celana panjang
warna gelap, dan bersepatu. Per lantai ditugaskan 2 orang, satu
laki-laki dan satu perempuan.
Tanggung jawab mereka, tentu saja, untuk menjaga agar kondisi kantor
tetap bersih. Bila dijabarkan lebih detail, tugas mereka yaitu
membersihkan kloset, urinoir, menyapu, mengepel, dan bahkan
membersihkan langit-langit atau plafon. Yang paling kita rasakan peran
mereka adalah pada toilet. Kloset merupakan area yang sangat rawan
akan kotoran karena ia menampung sesuatu yang ‘besar’ dan ‘kecil’.
Terus terang, aku sendiri cenderung mual dan jijik apabila melihat
kotoran-kotoran yang masih ‘tersisa’ di sisi-sisi kloset. Di rumah,
aku selalu menghindari pekerjaan membersihkan toilet dan sekalipun aku
tidak ingin sama sekali untuk melakukannya. Sedangkan para CS
melakukan itu setiap hari kerja mereka. Mereka menyiram dan menggosok
supaya selalu terlihat bersih. Aku susah membayangkan apabila aku
berada di posisi mereka, dimana aku berjarak cukup dekat dengan
kotoran-kotoran itu. Ugh!
Lantai toilet pun tidak jarang berada dalam kondisi kering. Air yang
menggenang di lantai membuat basah alas kaki dan tentu saja akan
menimbuilkan jejak kaki yang kotor. Ini termasuk dalam tanggung jawab
mereka untuk membersihkannya. Dalam jangka waktu tertentu mereka harus
mengepelnya dengan kondisi orang-orang masih berlalu-lalang. Bisa
dibayangkan lantai yang masih basah harus diinjak dan tentu saja akan
kotor kembali. Aku ingat betapa jengkelnya aku ketika lantai yang
sudah dipel  dilewati oleh kakak. Rasanya sia-sia aku mengepel. Apa ya
kira-kira yang CS rasakan dengan kondisi itu?
Dengan kapasitas ruangan kantor yang terbatas, sering sekali ruangan
khusus untuk CS ini kurang representatif atau bisa dikatakan tidak
layak, salah satunya di pantry. Pantry rata-rata berukuran 1,5 x 1,5
m2. Mereka beristirahat di situ berdampingan dengan wastafel untuk
mencuci piring atau gelas. Ketika aku hendak mencuci gelas sendiri di
pantry, dengan perasaan humble, aku permisi kepada mereka yang
kebetulan sedang tidur. Mereka menjawab dengan senyum, “Oh, silakan
Mas Adit.”
Hal yang cukup melegakan aku adalah mereka dibayar sudah diatas Upah
Minimum Regional (UMR) namun berapa besarannya aku tidak tahu. Entah
mengapa dalam seminggu hari kerja mereka sebanyak 6 hari. Sabtu mereka
masih masuk. Aku membayangkan, gila juga kerja mereka.
Dengan kondisi saat ini dimana lapangan pekerjaan semakin susah
didapat, beberapa orang ‘rela’ bekerja menjadi CS asalkan mereka bisa
menghidupi keluarga mereka. Aku yakin, tidak ada seorang pun yang rela
bergumul dengan kotoran dalam hidupnya. Namun tuntutan lain
mendominasi dan mengalahkan perasaan mereka itu. Sudah sepatutnyalah
kita memberikan apresiasi atas pekerjaan dan usaha mereka dalam
menjaga lingkungan kerja kita untuk tetap bersih. Karena kita sendiri
belum tentu sanggup dan rela untuk melakukan pekerjaan mereka.

Sejarah Cleaning Service Dunia

Sejarah Cleaning Service Di Dunia


Sejarah industri kebersihan di dunia dimulai pada abad ke-17, ketika sebuah badan usaha yang menamakan dirinya Frankfurt Cleaning Industry beroperasi setelah berperang selama 30 tahun di Jerman Utara.
Proyek pertama mereka dimulai dengan pekerjaan membersihkan dinding dan mobil dengan menggunakan sikat. Setelah itu mereka mulai menggunakan sapu, ember, dan tangga untuk merambah proyek pembersihan fasilitas kota saat itu.
Keberadaan industri kebersihan semakin dibutuhkan seiring terjadinya revolusi industri pada abad ke-19 di Frankfurt,  Jerman. Di tengah arus industrialisasi yang mulai menjamur saat itu, berdirilah Belgia Ernest Solvai, sebuah perusahaan yang memproduksi kaca bangunan. Melihat sisi peluang bisnis dari hasil produksi itu, Prancis Marius Moussy , seorang berkebangsaan Prancis yang menetap di Berlin  mendirikanFranzosisches Reinigungsinstitut yang merupakan institut kebersihan Prancis pada tahun 1878. Sebuah perusahaan yang memfokuskan bisnisnya dalam pembersihan kaca gedung.
Bermula dari pembersihan kaca gedung, para karyawan Moussy mulai berpikir mandiri dengan mendirikan beberapa perusahaan sejenis. Mereka mulai melebarkan sayap bisnis pelayanan kebersihan yang tidak hanya membersihkan kaca gedung saja, namun juga membersihkan gedung perkantoran, stasiun kereta api, sampai dengan gedung kementerian Frankfurt.
Pada 1934, profesi klining servis diakui oleh pemerintah Jerman sebagai salah satu profesi profesional dan menjadi merek dagang negara.
Dari sekitar 34.000 perusahaan klining servis yang berdiribeberapa di antaranya bahkan sudah ada yang lebih dari 100 tahun berdedikasi dalam dunia jasa kebersihan.
Untuk secara sah diakui menjadi seorang kliner,  para calon pekerja di Jerman harus mengikuti pendidikan yang setara dengan strata D3, setelah itu, mereka diuji oleh para master klining servis yang berpengalaman. Bagi siapa pun yang ingin mendirikan perusahaan klining servis harus terlebih dulu bekerja sebagai seorang kliner dengan masa kerja minimal tiga tahun sebagai persyaratan mutlak mendapatkan izin usaha pendirian. Belum cukup dengan itu, orang itu juga harus pernah bekerja sebagai kliner minimal selama enam tahun dan kemudian wajib mengikuti ujian lagi untuk mendapatkan gelar master klining servis.
Berikut adalah kronologis perkembangan bisnis industri klining servis di Eropa dan Amerika yang diambil dari berbagai sumber:
1878
Prancis Marius Moussy mendirikan "Prancis Cleaning Institute" yang berbasis di Berlin,                                 Jerman. Memfokuskan pelayanan pada pembersihan kaca gedung.Pada tahun berikutnya, para mantan karyawan Moussy yang sudah mandiri mendirikan beberapa perusahaan baru, salah satunya adalah Cleaning Advance Institute yang memulai pelayanan kebersihan dalam cakupan yang lebih luas lagi. Tidak hanya pembersihan kaca gedung, namun juga konstruksi bangunan, perkantoran, stasiun kereta api, sampai dengan gedung-gedung pemerintahan.
1886
Samuel C. Johnson memulai usaha pemeliharaan lantai di Racine, Wisconsin USA
1888
Pembersihan luar gedung (Building Exteriors) pertama kali dilakukan di Frankfurt oleh seorang kepala mekanik kendaraan. Bahan kimia wax floor, yaitu pelapisan lantai berbahan lilin, diproduksi pertama kali olehSC Johnson.
1901
Asosisasi perusahaan klining servis Jerman berdiri pada bulan April dengan Ernst Kelterborn Gottingenyang bertindak sebagai inisiator.
1901
Majalah klining servis pertama diterbitkan dengan nama International Journal of Cleaning Institute & Business Network.
Asosiasi perusahaan klining servis Jerman mulai mendirikan beberapa cabang di setiap kabupaten, sampai dengan pembinaan kelompok-kelompok kecil di daerah untuk mengembangkan perusahaan sejenis dan memelopori pembentukan serikat pekerja klining servis di Jerman.
Para pengusaha klining servis di Jerman mendesak pemerintah untuk membuat surat pengakuan yang menyejajarkan profesi klining servis sebagai bagian dari profesi profesional yang diakui oleh pemerintah.
1914 - 1918
Hampir semua pekerja pria klining servis direkrut menjadi tentara atau pekerja di pabrik persenjataan, dan posisi mereka digantikan oleh kaum wanita sebagai manajer pertanian dan pekerja pembersih kaca selama perang. Dalam hal ini, asosiasi lalu berfungsi sebagai lembaga pendidikan singkat dan penyedia fasilitas kerja.
1920
Asosiasi perusahaan klining servis Jerman Selatan didirikan. Begitu juga di Jerman Barat             Daya, yangdidirikan di Hannover, memusatkan pelayanan pada pembersihan kaca gedung. Perusahaan klining servis mengalami perkembangan yang pesat pada tahun 1926-1927,menyusul dengan terbentuknya beberapa serikat pekerja klining servis.
1928
Buku tata cara pembersihan gedung pertama kali diterbitkan oleh Düsseldorf Clemens.
1929
Federasi Nasional Pembersihan Kaca dan Gedung didirikan. Asosiasi ini merupakan gabungan dari enam asosiasi regional, yaitu asosiasi perusahaan klining servis Jerman Barat, Jerman Selatan, Jerman Utara, Jerman Timur, Sachsen, dan Jerman Tengah. Düsseldorf Clemens terpilih menjadi ketua pertamanya.
Pada 30 Januari 1933, Nazi mengambil kekuasaan dan memberlakukan “serikat wajib” dan semua profesi diwajibkan untuk bergabung dalam serikat tersebut.
Pada 30 Juni 1934, pemerintah Nazi mengeluarkan surat keputusan bahwa semua profesi harus berada di bawah naungan Partai Buruh Nasional Sosialis Jerman. Partai memiliki hak penuh untuk mengatur kebijakan berjalannya usaha. Asosiasi nasional pembersihan kaca dan gedung dibubarkan.
1939 - 1945
Perang membawa kemunduran yang amat besar bagi dunia industri jasa pembersihan. Untuk yang kesekian kalinya, para pria diwajibkan untuk bergabung dalam kemiliteran atau bekerja di pabrik senjata, dan para wanita dilarang untuk bekerja. Banyak gedung hancur karena serangan udara, dan banyak perusahaan yang tidak beroperasi selama perang berlangsung.
1945
Setelah perang berakhir, kondisi perekonomian sudah mulai pulih dan bisnis jasa pembersihan kaca dan gedung berkembang semakin pesat sampai sekarang.
(Sejarah perkembangan bisnis klining servis di dunia berkembang beriringan dari abad ke-19. Tidak hanya di Jerman namun juga di Amerika dan belahan Eropa lainnya. Bahkan, revolusi industri klining servis juga terjadi di negara-negara lain, yang mungkin belum tercatat.)